MUJ Akselerasi Kinerja Bisnis di Sektor Energi Baru Terbarukan

DALAM RANGKA SINERGITAS BUMD JAWA BARAT

BANDUNG,- Ditengah Pandemik COVID-19, PT Migas Hulu Jabar (MUJ) masih mampu mempertahankan kinerjanya dalam mengoptimalkan pengelolaan pendapatan dari bisnis Partisipasi Interest (PI) 10 % di blok ONWJ, dalam bidang usaha lainnya yakni Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

MUJ sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat melalui anak perusahaan PT Energi Negeri Mandiri (ENM) melakukan sinergi dengan BUMD, PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) untuk mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Cirompang, di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut dan SPAM Regional Metropolitan Bandung Selatan.

Pengelolaan bersama ini tertuang dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yangdilakukan oleh DirekturPT ENMRuli Adi Prasetia dan  Direktur Utama Tirta Jabar , Asep Winara di Purwakarta, Selasa 3 November 2020. Sinergitas BUMD Jabar ini disaksikan langsungKepala Biro BUMD dan Investasi Setda Provinsi Jawa BaratI.Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, dan Direktur Utama MUJ Begin Troys.

“Kerjasama ini menguatkan sinergitas antar BUMD dan afiliasinya. Diharapkan kedua BUMD di Jabar ini makin berkembang dengan hasil usaha yang optimal sehingga memberikan dividen bagi Jawa Barat sekaligus mewujudkan Jabar Juara Energi Terbarukan,” kata Direktur PT ENM Ruli Adi Prasetia dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu 4 November 2020.

Ruli menambahkan, sinergi ini mencakup dua unit usaha Tirta Jabar yang sudah eksisting yakni PLTMH Cirompang dan SPAM Regional Bandung Selatan. Tujuannya untuk mengoptimalkan kapasitas PLTMH Cirompang dan mengoperasikan SPAM Bandung Selatan.

Direktur Utama Tirta Jabar, Asep Winara menyampaikan, kapasitas terpasang PLTMH Cirompang sebesar 4×2 MW (8 MW) yang memanfaatkan aliran Sungai Cirompang memproduksi listrik dan dijual kepada PLN Distribusi Jawa Barat (DJB) untuk melayani lebih dari 35.000 Kepala Keluarga. PLTMH Cirompang telah beroperasi sejak tanggal 17 April 2016, dengan tarif penjualan tenaga listrik sebesar Rp. 850/kWh dan rata-rata produksi tenaga listrik sekitar 63.72 juta kWh per tahun, telah memberikan kontribusi pendapatan operasional kepada Tirta Jabar.

Direktur Utama MUJ Begin Troys menuturkan, setelah berhasil menjadi pengelola PI 10%, MUJ terus berinovasi dan mengembangkan usaha bidang energi, termasuk salah satunya penguatan sektor EBTKE melalui kerja sama dengan Tirta Jabar.

 “Ini merupakan sinergi BUMD yang ke empat setelah sebelumnya kami melakukan kerja sama dengan BIJB, Agronesia, BJBS dan hari ini dengan Tirta Jabar. Insya Allah kita siap bersinergi dengan BUMD lain apalagi sebagai saudara kandung (sesama BUMD) juga, dan tentu (kerja sama) tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang ada dan sesuai dengan bidang usaha yang dimiliki (MUJ),” ucap Begin.

Begin menambahkan, selain bersinergi dengan BUMD Jawa Barat, MUJ juga melebarkan usaha dalam bidang ketenagalistrikan untuk operasional industri sektor hulu migas dan bisnis jasa penunjang minyak dan gas bumi untuk membangun  rig pengeboran untuk kepentingan operator blok migas. Tentu melalui kerja sama ini juga lanjut Begin, MUJ ingin menginisasi kesempatan untuk mengembangkan bisnis energi baru terbarukan yang sejalan dengan misi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat yang tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) MUJ sebelumnya. Gubernur Jawa Barat mengharapkan agar sinergi antar BUMD Jawa Barat ini bisa mendorong percepatan optimalisasi potensi energi baru terbarukan di Jawa Barat yang begitu melimpah.

Dalam waktu yang bersamaan, MUJ juga mendapatkan arahan dari Pemerintah Jawa Barat agar mengkaji potensi usaha penanggulangan masalah sampah regional di Jabar agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi (waste to energy).

Begin menambahkan, ini sudah selaras dengan Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jawa Barat yang merupakan tindak lanjut dari implementasi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Sehingga, daya tarik investasi di sektor ini harus bisa dimanfaatkan agar calon investor mau menanamkannya di Jawa Barat.

“Mewujudkan BUMD Juara adalah target Pak Gubernur kita. Mudah-mudahan apa yang diniatkan baik ini akan juga baik hasilnya untuk kita MUJ, ENM dan Tirta Jabar. Kita tidak menutup kemungkinan untuk juga bermitra dengan investor lainnya karena peluang di sektor energi terbarukan masih sangat terbuka lebar,” tandas Begin.

Sementara itu Kepala Biro BUMD & Investasi Kim Agung berharap sinergi antar BUMD ini dapat dijalankan dua belah pihak dengan optimal sehingga menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan, serta mampu memberikan menfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Jawa Barat. Sebab kedua kegiatan usaha tersebut, merupakan suatu kegiatan usaha yang berorientasi pada public services dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian, prinsip kelaziman investasi, prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antar BUMD mengingat saat ini dalam kondisi sulit karena pandemik Covid 19 sehingga pada sebagian BUMD berakibat cukup serius yakni kesulitan likuiditas. Pemprov Jabar memiliki keterbatasan anggaran penambahan modal pada BUMD sehingga diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, baik antar BUMD, BUMN / swasta sebagai investor. Saya berharap kerja sama ini berlangsung lancar dan saling menguntungkan untuk meningkatkan usaha dan kinerja perusahaan,” imbuh Kim.

Tinggalkan Balasan