BUMD Migas Hulu Jabar secara intensif berkomunikasi dengan Kementerian ESDM, BUMN, BUMD Provinsi maupun BUMD Kabupaten/Kota serta Investor/Kontraktor yang telah berpengalaman di bidang Migas dalam mengelola peluang-peluang yang ada, diantaranya :

PI (Participating Interest) Blok ONWJ

Terbitnya Permen ESDM No. 15 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Wilayah Kerja dan Gas Bumi yang akan berakhir Kontrak Kerjasamanya dan Surat Menteri ESDM No 5975/13/MEM.M/2015 perihal keikutsertaan BUMD dalam pengelolaan PI di Blok ONWJ, tanggal 19 Agustus 2015, serta terkait dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi mempengaruhi tindak lanjut RKAP Tahun 2015. Maka PT Migas Hulu Jabar diberikan mandat oleh Gubernur sebagai BUMD yang akan ikut serta dalam pengelolaan PI maksimal 10%. PI pada WK Offshore Northwest Java (ONWJ) baru yang akan dimulai setelah habis masa kontrak lama pada 18 Januari 2017.

Penyertaan Modal (Farm In) pada lapangan produksi yang ditawarkan di seluruh Indonesia.

Dalam penawaran wilayah kerja, dikenal istilah Farm In – Farm Out, yaitu pengalihan interest dari pemegang wilayah kerja yang ada ke perusahaan lain atau bentuk konsorsium. PT Migas Hulu Jabar melakukan kegiatan Farm In untuk dapat meningkatkan kemampuan SDM dan mengakselerasi kemampuan teknis serta teknologi dari perusahaan.

Penyedia jasa kegiatan Hulu Migas

PT. Migas Hulu Jabar merencakanan untuk membentuk anak perusahaan/Joint Company/Perjanjian Kerja Sama bersama mitra strategis di bidang kegiatan jasa hulu migas sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku (Permen ESDM No. 27 Tahun 2008). Potensi bisnis yang dimaksud adalah yang bergerak pada jasa penunjang migas dan industri penunjang migas.